PETIR108 mengoperasikan 108 sensor kilat yang ditempatkan pada beberapa titik pemantauan untuk mencatat kemunculan sambaran selama badai berlangsung. Setiap sensor mengirim waktu deteksi dan posisi pembacaan sehingga pusat stasiun dapat membandingkan data dari beberapa lokasi tanpa mengandalkan pengamatan visual saja.
Aktivitas PETIR108 dapat berubah ketika kumpulan awan bergerak mengikuti arah angin. Sambaran yang awalnya terkonsentrasi pada satu kawasan dapat bergeser menuju area lain, sehingga petugas menandai urutan deteksi untuk melihat arah perpindahan badai dari waktu ke waktu.
Suara guntur juga menjadi bagian dari catatan PETIR108. Jeda antara kilatan yang terlihat dan guntur yang terdengar dibandingkan dengan pembacaan sensor untuk membantu mengenali perubahan jarak badai, terutama ketika awan tebal membuat posisi sambaran sulit diamati secara langsung.
Seluruh pembacaan dari 108 sensor kemudian disusun menjadi peta aktivitas kilat. PETIR108 menggunakan catatan tersebut untuk memperlihatkan kawasan dengan sambaran paling sering, jalur perpindahan awan badai, serta perubahan intensitas yang terjadi sepanjang periode pemantauan.